Dauroh Tauhid Nurussunnah

Dauroh Tauhid Nurussunnah

Hadirilah Dauroh Tauhid Nurussunnah dengan Materi Berikut

1. Tauhid Rububiyah
Pemateri : Ust Haris Budiatna“Membedah kutaib Ushul Iman
Syaikh Utsaimin Rahimahulloh”

Sabtu, 6 Oktober 2012. 16.00 -17.30 WIB

2. Tauhid Uluhiyah
Pemateri : Al-Ustadz Andy Bangkit

“ Bedah matan Tathhirul I’tiqod
Karya Al-Imam Ash Shan’ani Rahimahulloh”

Sesi 1 : Sabtu, 6 Oktober 2012. 19.00 – 21.30 WIB
Sesi 2 : Ahad, 7 Oktober 2012. 10.00 – 12.00 WIB

Diselenggarakan Oleh
Yayasan Nurussunnah
Jl Bulusan Utara Raya 12 Bulusan Tembalang-Semarang Telp. 0857 2673 2153

Laporan Penerimaan Zakat Maal Yayasan Islam Nurussunnah Panitia ZIS kegiatan Ramadhan 1433 H

Laporan Penerimaan Zakat Maal Yayasan Islam Nurussunnah Panitia ZIS kegiatan Ramadhan 1433 H

 

 

 

 

 

 

 

 

No Tanggal Nama Muzakki Nominal Keterangan
1 25/07/12 Hj Zuhaida Mahfud 5.000.000 Dr Ida
2 30/07/12 Yustiniar 750.000 Langsung
3 26/07/12 Ikhwan Jawa Timur 1.000.000
4 14/08/12 Panitia Sekolah 2.500.000 Langsung
5 14/08/12 Ikhwan TPA 2.000.000 Nanang WS
6 16/08/12 Ibu Khodijah 1.000.000 Langsung
7 16/08/12 Bp Supriyono 500.000 Langsung
8 17/08/12 Ibu Isa 300.000 Rek BCA
9 18/08/12 Bp Imron 600.000 Langsung
10 18/08/12 Hj Ni’amah & Siswadi 300.000 Langsung
Jumlah 13.950.000

nb: Zakat maal yang telah diterima telah disalurkan kepada 34 orang yang berhak menerima

Download Talkshow “Bismillah Aku Kuliah” (High Quality)

Download Talkshow “Bismillah Aku Kuliah” (High Quality)

Kajian maupun talk show bersama alumnus program doktoral ( UIM ) universitas islam madinah arab saudi DR. ARIFIN BADRI. MA. dalam tema kajian “bismillah aku kuliah”. Beliau ditemani oleh  dosen elektro UNDIP yang sedang menempuh program s3 UGM jogjakarta Ir. WAHYUDI. MT. beliau juga termasuk pengisi di radio NurussunnahFM dalam acara “Bunga Rampai Mahasiswa“.

Acara ini diadakan pada hari Ahad 9 september 2012 di Masjid Polines.

 

Download :

  • [download id=”91″]
Kajian “Bismillah Aku Kuliah … “

Kajian “Bismillah Aku Kuliah … “

[fancybox url=”http://nurussunnah.com/wp-content/uploads/2012/09/talkshow1.jpg”][/fancybox]

Yayasan Nurussunnah berusaha lebih mendekatkan diri dengan para mahasiswa, dimana letak nurussunnah sendiri berada di lingkungan kampus dan perkuliahan yang terkenal didaerah semarang dan sekitarnya, sebut saja UNDIP (universitas diponegoro), POLINES (politeknik negri semarang), dan POLTAKES SEMARANG, dengan mengadakan acara-acara atau kajian mahasiswa di kampus maupun masjid sekitar kampus seperti dimasjid Nurussunnah pada tiap pekannya.

Dan dikesempatan bulan ini yang juga dibulan yang penuh dengan kesibukan mahasiswa baru Nurussunnah mengadakan kajian maupun talk show bersama alumnus program doktoral ( UIM ) universitas islam madinah arab saudi DR. ARIFIN BADRI. MA. dalam tema kajian “bismillah aku kuliah”. InsyaAlloh beliau akan ditemani oleh moderator yang selaku dosen elektro UNDIP yang sedang menempuh program s3 UGM jogjakarta Ir. WAHYUDI. MT. beliau juga termasuk pengisi di radio NurussunnahFM dalam acara “Bunga Rampai Mahasiswa“.

 

NB =

Waktu            : pukul 09.00-12.00 wib
tempat           :  Masjid Polines (Politeknik Negri Semarang)
INFO   (sms)  : 081 225 473 100

 

Taubat, mengapa tidak sekarang..?

Taubat, mengapa tidak sekarang..?

Diary Syaikh Ibnu Utsaimin :

 

Taubat memiliki arti: berhenti melakukan kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan.

 

Taubat adalah amalan yang sangat dicintai Allah ta’ala:

 

[arabic-font]إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ[/arabic-font]

 

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Taubat hukumnya wajib atas setiap mukmin:

[arabic-font]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا[/arabic-font]

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.” (QS. At-Tahrim : 8)

Taubat bisa mendatangkan kemenangan:

[arabic-font] وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ[/arabic-font]

“Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-oran beriman sekalian agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur : 31)

Dan keberuntungan akan dicapai manusia tatkala dirinya merasa sangat butuh kepada-Nya hingga Allah menyelamatkan jiwa yang terperosok mengikuti hawa nafsunya itu.

Taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah atas dosa-dosa seorang hamba. Dosa yang makin hari kian bertambah banyak.

[arabic-font] قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ[/arabic-font]

“Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Saudaraku yang berbuat dosa, jangalah kalian berputus asa terhadap rahmat Rabb mu karena pintu taubat itu senantiasa terbuka sampai matahari terbit dari arah barat.

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

[arabic-font] إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها[/arabic-font]

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Ta’ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim).

Betapa banyak orang yang bertaubat atas dosa-dosanya yang besar dan Allah menerima taubat mereka. Allah ta’ala berfirman,

[arabic-font] وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ( ) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ( ) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا[/arabic-font]

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesembahan lainnya dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan : 68-70)

Taubat yang nasuhah (serius) tidak terlepas dari 5 syarat:

Pertama, Ikhlas karena Allah yaitu berniat semata-mata mengharap wajah Allah, pahala atas taubatnya serta berharap selamat dari siksaan-Nya.

Kedua, menyesali kemaksiatan yang ia lakukan, merasa sedih dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Ketiga, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat sesegera mungkin. Jika perbutan tersebut melanggar hak-hak Allah maka segera tinggalkan. Karena perbuatan tersebut haram dilakukan sehingga wajib ditinggalkan. Adapun jika berkaitan dengan hak-hak makhluk maka bergegaslah meminta maaf baik dengan mengembalikan haknya atau meminta kelapangan hatinya agar mau memaafkan.

Keempat, bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan tersebut di waktu-waktu mendatang.

Kelima, hendaknya taubat dilakukan sebelum ditutupnya pintu taubat, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat. Allah Ta’ala berfirman,

[arabic-font] وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ[/arabic-font]

“Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, ‘Saya benar-benar taubat sekarang.’” (QS. An-Nisa : 18)

Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

[arabic-font] من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها، تاب الله عليه[/arabic-font]

“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah terima taubatnya.” (HR Muslim)

Ya Allah berilah kami taufik agar senantisa bertaubat dengan sungguh-sungguh dan terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.

 

Ditulis oleh Muhammad Ash-Shalih Al-‘Utsaimin. Pada tanggal 17/4/1406 H
Maraji’ : Makhthtuthun biqalami Fadhilatisy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Ustaimin
Diterjemahkan oleh : Tim Penerjemah Muslimah.Or.Id