[arabic-font]وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلا ظَلِيلا (٥٧)[/arabic-font]

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman”
 (QS An-Nisaa : 57)

Ibnu Mas’uud, Mujahid, ‘Atoo’, dan Qotaadah berkata :

[arabic-font]لاَ يَحِضْنَ وَلاَ يُمْنِيْنَ وَلاَ يَلِدْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطْنَ وَلاَ يَبُلْنَ وَلاَ يَبْزُقْنَ[/arabic-font]

“(Istri-istri yang disucikan yaitu) mereka tidak haid, tidak mengeluarkan air mani, tidak melahirkan, tidak buang air besar, tidak buang air kecil, dan tidak meludah” (Lihat Ad-Dur Al-Mantsuur 1/97-98)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

[arabic-font]أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالَّذِيْنَ عَلَى إِثْرِهِمْ كَأَشَدِّ كَوْكَبٍ إِضَاءَةً، قُلُوْبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، كُلُّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا يُرَى مُخُ سَاقِهَا مِنْ وَرَاءِ لَحْمِهَا مِنَ الْحَسَنِ يُسَبِّحُوْنَ اللهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا لاَ يَسْقَمُوْنَ وَلاَ يَتَمَخَّطُوْنَ وَلاَ يَبْصُقُوْنَ آنِيَتُهُمْ الذَّهَبُ وَالْفِضَّةُ وَأَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَقُوْدُ مَجَامِرِهِمْ الأُلُوَّةَ وَرِشْحُهُمْ الْمِسْكُ[/arabic-font]

“Rombongan yang pertama kali masuk surga dalam bentuk rembulan di malam purnama, dan rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang cahayanya, hati-hati mereka satu, tidak ada perselisihan di antara mereka, tidak ada saling membenci, masing-masing dari mereka mendapatkan dua orang istri (bidadari), masing-masing dari kedua bidadari tersebut terlihat sum-sum betisnya di belakang dagingnya karena terlalu indahnya, mereka bertasbih kepada Allah pagi dan sore hari, mereka tidak sakit, tidak beringus, tidak meludah, bejana-bejana mereka dari emas dan perak, sisir-sisir mereka dari emas, kayu yang dibakar untuk wewangian adalah kayu gaharu, dan keringat mereka adalah minyak kesturi” (HR Al-Bukhari no 3074 dan Muslim  no 7330)

Hadits ini menunjukkan bahwa seluruh penghuni surga (bukan hanya bidadari saja) disucikan oleh Allah sehingga tidak memiliki kotoran yang keluar dari tubuh mereka.
[arabic-font] فَخِذَانِ قَد حَفَا بِهِ حَرَسًا لَهُ … فَجَنَابُهُ فِي عِزَّةٍ وِصِيَانِ[/arabic-font]

Dua paha yang telah meliputi perkara tersebut (kemaluan sang bidadari-pen) dan menjaganya, maka sisi kemaluan bidadari tersebut telah terjaga di bawah penjagaan dan keperkasaan

[arabic-font]قَامَا بِخِدْمَتِهِ هُوَ السُّلْطَانُ بَيْـ … ـنَهُمَا وَحَقٌّ طَاعَةُ السُّلْطَانِ[/arabic-font]

Kedua paha tersebut melayani kemaluan sang bidadari, dialah sang raja diantara kedua paha tersebut, dan merupakan hak untuk menaati sang raja

[arabic-font]وَجِمَاعُهَا فَهُوَ الشِّفَا لِصَبِّهَا … فَالصَّبُّ مِنْهُ لَيْسَ بِالضَّجْرَانِ[/arabic-font]

Dan menyetubuhi bidadari merupakan penawar dan obat kecintaannya kepada sang bidadari, maka kecintaan dari sang lelaki dan bukanlah kegelisahan

[arabic-font]وَإِذَا يُجَامِعُهَا تَعُوْدُ كَمَا أَتَتْ … بِكْرًا بِغَيْرِ دَمٍ وَلاَ نُقْصَانِ[/arabic-font]

Jika ia menyetubuhi sang bidadari maka sang bidadari akan kembali lagi keperawanannya tanpa ada darah dan tanpa ada kekurangan sama sekali

[arabic-font]فَهُوَ الشَّهِيُّ وَعُضْوُهُ لاَ يَنْثَنِي … جَاءَ الْحَدِيْثُ بِذَا بِلاَ نُكْرَانِ[/arabic-font]

Dialah sang lelaki yang berhasrat, dan kemaluannya tidak akan bengkok (loyo) sebagaimana ada hadits Nabi yang menjelaskan akan hal ini, tidak perlu diingkari

[arabic-font]وَلَقَدْ رَوَيْنَا أَنَّ شُغْلَهُمُ الَّذِي … قَدْ جَاءَ فِي يَاسِيْنَ دُوْنَ بَيَانِ[/arabic-font]

Dan sungguh kami telah meriwayatkan bahwasanya kesibukan mereka yang telah disebutkan dalam surat yaasiin tanpa perlu penjelasan lagi

[arabic-font]شُغْلُ الْعَرُوْسِ بِعُرْسِهِ مِنْ بَعْدِمَا … عَبَثَتْ بِهِ الْأَشْوَاقُ طُوْلَ زَمَانِ[/arabic-font]

Yaitu kesibukan seorang pengantin mempelai lelaki dengan mempelai wanitanya, setelah sekian lama sang mempelai lelaki telah diombang ambingkan oleh kerinduan

[arabic-font]بِاللهِ لاَ تَسْأَلْهُ عَنْ أَشْغَالِهِ … تِلْكَ اللَّيَالِي شَأْنُهُ ذُوْ شَانِ[/arabic-font]

Demi Allah janganlah engkau bertanya kepadanya tentang kesibukannya pada malam-malam itu…perkaranya sangat hebat

[arabic-font]وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلاً بِصَبٍّ غَابَ عَنْ … مَحْبُوْبِهِ فِي شَاسِعِ الْبُلْدَانِ[/arabic-font]

Dan buatlah perumpamaan kepada mereka dengan seorang pria yang memendam kerinduan dan telah terpisah lama dari kekasihnya di negeri yang jauh

[arabic-font]وَالشَّوْقُ يُزْعِجُهُ إِلَيْهِ وَمَا لَهُ … بِلِقَائِهِ سَبَبٌ مِنَ الْإِمْكَانِ[/arabic-font]

Kerinduan senantiasa menggelisahkannya, namun tidak ada kemungkinan untuk bertemu dengan kekasihnya

[arabic-font]وَافَى إِلَيْهِ بَعْدَ طُوْلِ مَغِيْبِهِ … عَنْهُ وَصَارَ الْوَصْلُ ذَا إِمْكَانِ[/arabic-font]

Setelah lama berpisah dari kekasihnya tiba-tiba mungkin baginya untuk bisa bertemu dengan kekasihnya

[arabic-font]أَتَلُوْمُهُ إِنْ صَارَ ذَا شُغْلٍ بِهِ … لاَ وَالَّذِي أَعْطَى بِلاَ حُسْبَانِ[/arabic-font]

Maka apakah engkau mencelanya jika lantas iapun sibuk (bersetubuh) dengan kekasihnya? Tentu tidak, demi Dzat yang memberikan karunia tanpa batasan

[arabic-font]يَا رَبِّ غُفْرًا قَدْ طَغَتْ أَقْلاَمُنَا … يَا رَبِّ مَعْذِرَةً مِنَ الطُّغْيَانِ[/arabic-font]

Wahai Robku ampunilah kami, pena-pena kami telah melampaui batas (dalam mensifati para bidadari), waha Robku maafkanlah kami karena sikap melampaui batas ini

***

[arabic-font]أَقْدَامُهَا مِنْ فِضَّةٍ قَدْ رُكِّبَتْ … مِنْ فَوْقِهَا سَاقَانِ مُلْتَفَّانِ[/arabic-font]

Kaki-kaki sang bidadari dari perak (putih dan padat), telah disusun di atasnya dua betis yang saling rapat

[arabic-font]وَالسَّاقُ مِثْلُ الْعَاجِ مَلْمُوْمُ يُرَى … مُخُ الْعِظَامِ وَرَاءَهُ بِعِيَانِ[/arabic-font]

Dan betis seperti gading (yang padat dan putih), terhimpun yang terlihat dengan pandangan mata sum-sum tulang di belakang tulang

[arabic-font]وَالرِّيْحُ مِسْكٌ الْجُسُوْمُ نَوَاعِمُ … وَاللَّوْنُ كَالْيَاقُوْتِ وَالْمَرْجَانِ[/arabic-font]

Dan aroma tubuh sang bidadari adalah harumnya kesturi dan tubuhnya yang lembut dan halus, warna kulitnya seperti permata dan mutiara

[arabic-font]وَكَلاَمُهَا يَسْبِي الْعُقُوْلَ بِنَغْمَةٍ … زَادَتْ عَلَى الْأَوْتَارِ وَالْعِيْدَانِ[/arabic-font]

Ucapan-ucapan sang bidadari menawan akal, dengan senandung sang bidadari yang lebih indah daripada nada senar-senar gitar dan rebana

[arabic-font]وَهِيَ الْعَرُوْبُ بِشَكْلِهَا وَبِدَلِّهَا … وَتَحَبُّبٍ لِلزَّوْجِ كُلَّ أَوَانِ[/arabic-font]

Dialah sang bidadari dengan bodinya dan sifat manja dan genitnya adalah ‘Al-‘Aruub” yaitu senantiasa rindu dan cinta kepada suaminya, setiap saat

[arabic-font]وَهِيَ الَّتِي عِنْدَ الْجِمَاعِ تَزِيْدُ فِي … حَرَكَاتِهَا لِلْعَيْنِ وَالأُذُنَانِ[/arabic-font]

Dialah sang bidadari yang setiap disetubuhi semakin bertambah gerakan-gerakannya yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh kedua telinga

[arabic-font]لُطْفًا وَحُسْنَ تَبَعُّلٍ وَتَغَنُّجٍ … وَتَحَبُّبٍ تَفْسِيْرُ ذِي الْعِرْفَانِ[/arabic-font]

Sangat lembut dan sangat baik dalam menyikapi suaminya, sangat genit, sangat cinta kepada suaminya…demikianlah penafsiran ahli ilmu (tentang makna “Al-‘Aruub”)

[arabic-font]تِلْكَ الْحَلاَوَةُ وَالْمَلاَحَةُ أَوْجَبَا … إِطْلاَقَ هَذَا اللَّفْظِ وَضْعَ لِسَانِ[/arabic-font]

Itulah manisnya dan cantiknya bidadari yang menjadikan tersusunlah kata-kata dalam bait-bait sya’ir ini sebagai ungkapan lisan

[arabic-font]فَمَلاَحَةُ التَّصْوِيْرِ قَبْلَ غُنَاجِهَا … هِيَ أَوَّلٌ وَهِيَ الْمَحَلُّ الثَّانِي[/arabic-font]

Maka moleknya pembentukan tubuh bidadari sebelum kegenitannya….dialah sang bidadari yang memiliki rupa menawan dan dialah tempat kegenitan

[arabic-font]فَإِذَا هُمَا اجْتَمَعَا لِصَبٍّ وَامِقٍ … بَلَغَتْ بِهِ اللَّذَّاتُ كُلَّ مَكَانِ[/arabic-font]

Ternyata keduanya (kemolekan rupa tubuhnya dan kegenitannya) tergabungkan untuk sang lelaki yang sangat rindu, maka dengan hal ini kelezatan-kelezatan mencapai semua tempat

[arabic-font]أَتْرَابُ سِنٍّ وَاحِدٍ مُتَمَاثِلٍ … سِنُّ الشَّبَابِ لِأَجْمَلِ الشُّبَّانِ[/arabic-font]

Para bidadari sebaya umur mereka, seperti umur muda-mudi yaitu dari kalangan muda-mudi yang paling menawan

[arabic-font]بِكْرٌ فَلَمْ يَأْخُذْ بَكَارَتَهَا سِوَى الْـ … ـمَحْبُوْبِ مِنْ إِنْسٍ وِلاَ مِنْ جَانِ[/arabic-font]

Bidadari yang perawan, maka tidak ada dari seorang manusia maupun jin yang merebut keperawanannya  kecuali kekasihnya saja

[arabic-font]حِصْنٌ عَلَيْهِ حَارِسٌ مِنْ أَعْظَمِ الْـ … ـحُرَّاسِ بِأْسَا شَأْنُهُ ذُوْ شَانِ[/arabic-font]

Keperawanan tersebut adalah benteng bagi kemaluan sang bidadari, sebagai penjaga, bahkan penjaga yang sangat kuat dan kokoh (dimana sang penjaga tidak akan membiarkan sesuatupun masuk, yang boleh masuk hanyalah kemaluan sang penghuni surga-pen)

[arabic-font]فَإِذَا أَحَسَّّ بِدَاخِلٍ لِلْحِصْنِ وَلَّـ … ـى هَارِبًا فَتَرَاهُ ذَا إِمْعَانِ[/arabic-font]

Jika sang penjaga (yaitu keperawanan) merasakan ada yang hendak masuk dalam kemaluan sang bidadari (yaitu kemaluan penghuni surga yang ingin masuk-pen) maka sang penjaga segera lagi dengan sungguh-sungguh