[arabic-font]وَيَعُوْدُ وهنا حِيْنَ رَبُّ الْحِصْنِ يَخْـ … ـرُجُ مِنْهُ فَهُوَ كَذَا مَدَى الْأَزْمَانِ[/arabic-font]

Lalu setelah pemilik benteng tersebut telah pergi maka sang penjaga (yaitu keperawanan) pun akan kembali, dan demikianlah kondisi sang penjaga sepanjang zaman

[arabic-font]وَكَذَا رَوَاهُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ أَنَّهَا … تَنْصَاغُ بِكْرًا لِلْجِمَاعِ الثَّانِي[/arabic-font]

Dan demikianlah Abu Huroiroh meriwayatkan bahwasanya sang bidadari kembali menjadi perawan untuk persetubuhan berikutnya

[arabic-font]لَكِنَّ دَرَّاجًا أَبَا السَّمْحُ الَّذِي … فِيْهِ يُضَعِّفُهُ أُوْلُو الْإِتْقَانِ[/arabic-font]

Akan tetapi perawi dalam sanad hadits ini yang bernama Darroj Abu As-Samh dinilai dho’iif oleh para ahli hadits

[arabic-font]هَذَا وَبَعْضُهُمْ يُصَحِّحُ عَنْهُ فِي التَّـ … ـفْسِيْرِ كَالْمَوْلُوْدِ مِنْ حِبَّانِ[/arabic-font]

Akan tetapi sebagian ahli hadits menilai shahihnya hadits ini untuk menafsirkan firman Allah (di surat yaa siin) sebagaimana dishahihkan oleh ibnu Hibbaan

[arabic-font]فَحَدِيْثُهُ دُوْنَ الصَّحِيْحِ وَإِنَّهُ … فَوْقَ الضَّعِيْفُ وَلَيْسَ ذَا إِتْقَانِ[/arabic-font]

Namun hadits-haditsnya Ibnu Hibban masih dibawah tingkatan hadits-hadits yang shahih meskipun haditsnya di atas hadits-hadits yang dho’iif, dan ia bukanlah yang (paling) ahli

[arabic-font]يُعْطَي الْمُجَامِعُ قُوَّةَ الْمِائَةِ الَّتِي اجْـ … ـتَمَعَتْ لِأَقْوَى وَاحِدِ الْإِنْسَانِ[/arabic-font]

Seorang penghuni surga yang bersetubuh akan diberi kekuatan 100 orang, yaitu 100 kali lipat kekuatan manusia di dunia yang paling kuat bersetubuh

[arabic-font]لاَ أَنّ قُوَّتَهُ تَضَاعَفُ هَكَذَا … إِذْ قَدْ يَكُوْن لِأَضْعَفِ الْأَرْكَانِ[/arabic-font]

Bukan kekuatan penghuni surga ini yang dilipat gandakan, karena bisa jadi sang penghuni surga dahulunya tatkala di dunia merupakan orang yang lemah dalam bersetubuh

[arabic-font]وَيَكُوْنُ أَقْوَى مِنْهُ ذَا نَقْصٍ مِنَ الْـ … إِيْمَانِ وَالْأَعْمَالِ وَالْإِحْسَانِ[/arabic-font]

Dan (tatkala di dunia bisa jadi) orang yang lemah imannya dan lebih sedikit amal dan kebaikannya dari pada dia ternyata lebih kuat bersetubuh dari pada dia tatkala di dunia

[arabic-font]وَلَقَدْ رَوَيْنَا أَنَّهُ يَغْشَى بِيَوْ … مٍ وَاحِدٍ مِائَةً مِنَ النِّسْوَانِ[/arabic-font]

Dan sungguh kami telah meriwayatkan (dalam sebuah hadits) bahwasanya dalam sehari ia bersetubuh dengah 100 bidadari

[arabic-font]وَرِجَالُهُ شَرْطُ الصَّحِيْحِ رَوَوْا لَهُمْ … فِيْهِ وَذَا فِي مُعْجَمِ الطَّبْرَانِي[/arabic-font]

Dan para perawi hadits tersebut sesuai dengan persyaratan shahih (Al-Bukhari), dan hadits ini diriwayatkan oleh At-Tabrani dalam mu’jamnya

Penjelasan : Ibnul Qoyyim memaksudkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh

[arabic-font]قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ ؟ فَقَالَ :  إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ[/arabic-font]

Dikatakan kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan berhubungan dengan bidadari-bidadari kita di surga?”, Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Seseorang di surga bisa berhubungan dengan 100 bidadari dalam sehari” (dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 367)

[arabic-font]هَذَا دَلِيْلٌ أَنَّ قَدْرَ نِسَائِهِمْ … مُتَفَاوِتٌ بِتَفَاوُتِ الْإِيْمَانِ[/arabic-font]

Hadits ini merupakan dalil bahwasanya banyaknya para bidadari bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkatan keimanan para penghuni surga

[arabic-font]وَبِهِ يَزُوْلُ تَوَهُّمُ الْإِشْكَالِ عَنْ … تِلْكَ النُّصُوْصِ بِمِنَّةِ الرَّحْمَانِ[/arabic-font]

Dengan demikian –dengan karunia dari Ar-Rahman- maka hilanglah problem tentang hadits-hadits tersebut (yang sebagiannya menunjukkan bahwa seorang penghuni surga hanya memperoleh 2 bidadari, dan sebagian hadits yang lain menunjukkan bahwa seorang penghuni surga bisa memperoleh lebih dari 2 bidadari-pen)

[arabic-font]وَبِقُوَّةِ الْمِائَةِ الَّتِي حَصَلَتْ لَهُ … أَفْضَى إِلَى مِاَئِة بِلاَ خَوَرَانِ[/arabic-font]

Dengan kekuatan 100 orang (dalam bersetubuh) yang ia peroleh maka ia bisa menyetubuhi 100 bidadari tanpa lemas dan loyo

[arabic-font]وَأَعَفُّهُمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا هُوَ الْـ … أَقْوَى هُنَاكَ لِزُهْدِهِ فِي الْفَانِي[/arabic-font]

Dan orang yang paling menjaga dirinya di dunia ini maka dialah yang paling kuat kelak di surga, karena ia berskiap zuhud di dunia yang fana ini

[arabic-font]فَاجْمَعْ قُوَاكَ لِمَا هُنَاكَ وَغَمِّضِ الْـ … ـعَيْنَيْنِ وَاصْبِرْ سَاعَةً لِزَمَانِ[/arabic-font]

Karenanya kumpulkanlah kekuatanmu untuk surga, dan tundukkanlah pandanganmu, dan bersabarlah sebentar untuk kenikmatan abadi

[arabic-font]مَا هَهُنَا وَاللهِ مَا يُسَوِّي قَلاَ … مَةُ ظُفْرٍ وَاحِدَةٍ تَرَى بِجَنَانِ[/arabic-font]

Demi Allah wanita-wanita dunia tidak sebanding dengan kuku salah seorang bidadari yang kau lihat di surga

[arabic-font]مَا هَهُنَا إِلاَّ النَّقَّارُ وَسَيِيءُ الْـ … أَخْلاَقِ مَعَ عَيْبٍ وَمَعَ نُقْصَانِ[/arabic-font]

Wanita di dunia hanyalah tukang cerewet dan berakhlak buruk, disertai aib-aib dan kekurangan

[arabic-font]هَمٌّ وَغَمٌّ دَائِمٌ لاَ يَنْتَهِي … حَتىَّ الطَّلاَقِ أَوِ الْفِرَاقِ الثَّانِي[/arabic-font]

Seorang lelaki di dunia selalu diselimuti kesedihan dan gundah gulana bersama wanita dunia, dan tidak akan hilang hingga berpisah dari istrinya atau ia meninggal dunia

[arabic-font]وَاللهُ قَدْ جَعَلَ النِّسَاءَ عَوَانِيًا … شَرْعًا فَأَضْحَى الْبَعْلُ وَهُوَ الْعَانِي[/arabic-font]

Allah telah menjadikan para wanita (dunia) sebagai tawanan para lelaki menurut syari’at, akan tetapi kenyataannya malah suami yang tertawan oleh istrinya

[arabic-font]لاَ تُؤْثِرِ الْأَدْنَى عَلَى الْأَعْلَى فَإِنْ … تَفْعَلْ رَجَعْتَ بِذِلَّةٍ وَهَوَانِ[/arabic-font]

Janganlah engkau mendahulukan yang rendah nilainya dengan mengorbankan sesuatu yang lebih tinggi nilainya, jika engkau melakukannya maka engkau akan memperoleh kehinaan dan kerendahan
Penjelasan : Demikianlah Ibnul Qoyyim rahimahullah menyebutkan tentang sifat-sifat para wanita yang ada di zaman beliau, maka bagaimana lagi jika beliau rahimahullah melihat para wanita muslimah di zaman kita yang keluar dalam kondisi setengah bugil, memamerkan kemolekan tubuh mereka…!!!, maka apakah yang akan diucapkan oleh Ibnul Qoyyim???

***

[arabic-font]وَإِذَا بَدَتْ فِي حُلَّةٍ مِنْ لِبْسِهَا … وَتَمَايَلَتْ كَتَمَايُلِ النَّشْوَانِ[/arabic-font]

Jika sang bidadari muncul dengan menggunakan gaun yang indah lantas berjalan bergoyang-goyang seperti wanita yang sedang mambuk kepayang

[arabic-font]تَهْتَزُّ كَالْغُصْنِ الرَّطِيْبِ وَحَمْلُهُ … وَرْدٌ وَتُفَّاحٌ عَلَى رُمَّانِ[/arabic-font]

Sang bidadaripun bergerak-gerak seperti dahan pohon yang segar dan bawaannya adalah mawar dan buah apel yang berada di atas buah delima (yaitu sang bidadari memiliki tubuh yang segar dengan pipi yang putih kemerah-merahan seperti mawar dan buah apel serta buah dada yang tegak berdiri dan bulat seperti buah delima-pen)

[arabic-font]وَتَبَخْتَرَتْ فِي مَشْيِهَا وَيَحِقُّ ذَا … كَ لِمِثْلِهَا فِي جَنَّةِ الْحَيَوَانِ[/arabic-font]

Lalu bidadaripun berjalan dengan kesombongan dan berlenggak-lenggok, dan pantas gaya jalan seperti itu dilakukan oleh sang bidadari di surga yang abadi

[arabic-font]وَوَصَائِفٌ مِنْ خَلْفِهَا وَأَمَامِهَا … وَعَلَى شَمَائِلِهَا وَعَنْ أَيْمَانِ[/arabic-font]

Dan disertai para pelayan bidadari, di belakang dan di depan sang bidadari, serta di sebelah kiri dan sebelah kanan sang bidadari

[arabic-font]كَالْبَدْرِ لَيْلَةَ تَمِّهِ قَدْ حَفَّ فِي … غَسَقِ الدُّجَى بِكَوَاكِبِ الْمِيْزَانِ[/arabic-font]

Sang bidadari seperti rembulan di malam purnama di gelapnya yang rembulan tersebut diliputi oleh bintang-bintang yang menyala-nyala

[arabic-font]فَلِسَانُهُ وَفُؤَادُهُ وَالطَّرْفُ فِي … دَهَشٍ وَإِعْجَابٍ وَفِي سُبْحَانِ[/arabic-font]

Maka sang penghuni surga jadilah lisannya, hatinya, dan pandangannya terperanjat dan kagum (melihat bidadari) maka iapun bertasbih memuji Allah